Indonesia digesa bantah usir PATI

Migrant CARE – sebuah badan pejuang hak pendatang asing – menggesa kerajaan Indonesia supaya menghantar nota diplomatik kepada Malaysia membatalkan rancangan operasi pengusiran buruh tanpa izin dari republik tersebut.

Ia mendakwa, berdasarkan operasi yang dilaksanakan sebelum ini – Ops Nyah, Ops Tegas dan Deportasi Massal – terhadap buruh tanpa izin dari republik itu antara tahun 1996 hingga 2007, pihak berkuasa Malaysia telah mengunakan kekerasan dan mengabaikan prinsip hak asasi manusia.

“Hal ini mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran HAM (hak asasi manusia) terhadap buruh pendatang Indonesia, mulai dari kekerasan fisikal, seksual, perampasan, pemerasan, eksploitasi, penjara tanpa proses hukum, kematian, perampasan hak dan trafficking,” kata Migrant CARE dalam satu kenyataan semalam.

immigrants 02Rabu lalu, Timbalan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan bahawa Malaysia sedia melancarkan operasi besar-besaran untuk mengusir pendatang tanpa izin di Sabah yang kini berjumlah kira-kira 300,000 orang.

Sehubungan itu, katanya, Malaysia akan Filipina dan Indonesia untuk mengenalpasti mereka kerana bukan semua pendatang adalah pelarian.

Menurut Najib lagi, kerajaan ingin menyelesaikan masalah ini seperti ana yang disuarakan oleh pemimpin dan rakyat Sabah.

Buat persiapan

Sehubungan itu, kata Najib, kerajaan akan mempertingkatkan kawalan keselamatan di pintu-pintu masuk utama negara dan menambah kekuatan sedia ada.

Menurut kenyataan itu lagi, Migrant CARE berkata, kerajaan Indonesia perlu memulakan langkah-langkah konkrit dalam menghadapi rancangan kerajaan Malaysia itu.

Badan itu juga menyifatkannya sebagai satu cabaran kepada Duta Besar Republik Indonesia (RI) yang baru, Da’i Bachtiar, sama ada mampu mengatasinya untuk memperjuangkan hak buruh Indonesia itu.

Selain menghantar nota diplomatik membantah gerakan pengusiran tersebut, Migrant CARE juga menggesa kerajaan Indonesia supaya menyiapkan infrastruktur dan pusat krisis di wilayah sempadan untuk mencegah buruh pendatang Indonesia terlantar seperti yang berlaku pada tahun 2002 di Nunukan.

Ia juga menggesa supaya dibuat penyelarasan di semua peringkat untuk menghadapi kemungkinan kepulangan beramai-ramai rakyat Indonesia sepanjang gerakan pengusiran itu dijalankan.gai langkah persediaannya, kata Migrant CARE, pihaknya juga akan membuat pemantauan (baik di Malaysia maupun di Indonesia) untuk melindungi hak-hak buruh pendatang Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s